Pembahasan Mengenai Syarat dan Rukun Pernikahan dalam Islam
Setelah sebelumnya kita membahas tentang Hukum Pernikahan, Selanjutnya pada posting kali ini kita akan menuliskan tentang Pembahasan Mengenai Syarat dan Rukun Pernikahan dalam Islam.
Syarat dan rukun adalah sesuatu yang harus dipenuhi dengan sempurna dalam pelaksanaan suatu ibadah, termasuk di dalamnya adalah pernikahan, karena pernikahan juga termasuk ibadah. Bila syarat dan rukun tidak dipenuhi dengan sempurna maka pernikahan tersebut tidak sah.
Di bawah ini kami paparkan Syarat dan Rukun Pernikahan dalam Islam yang harus dipenuhi dalam sebuah proses pernikahan.
Rukun Nikah
Syarat dan rukun adalah sesuatu yang harus dipenuhi dengan sempurna dalam pelaksanaan suatu ibadah, termasuk di dalamnya adalah pernikahan, karena pernikahan juga termasuk ibadah. Bila syarat dan rukun tidak dipenuhi dengan sempurna maka pernikahan tersebut tidak sah.
Di bawah ini kami paparkan Syarat dan Rukun Pernikahan dalam Islam yang harus dipenuhi dalam sebuah proses pernikahan.
Rukun Nikah
Rukun-rukun pernikahan yang diatur oleh islam yakni sebagai berikut :
- Ada Calon Mempelai pria dan wanita.
- Ada Wali yang menikahkan (terutama wajib dari pihak calon mempelai wanita).
- Terdapat dua orang saksi laki-laki.
- Ada Maskawin (mahar) dari calon pengantin laki-laki.
- Ada Ucapan ijab, yaitu ucapan penyerahan (untuk dinikahi) dari wali calon mempelai wanita kepada calon mempelai pria.
- Ada Qabul, yaitu ucapan penerimaan pernikahan oleh calon pengantin pria.
Syarat-syarat untuk calon pengantin pria dan wanita
- Keduanya beragama Islam
- Laki-laki dan perempuan yang jelas, bukan Wanita Pria (Waria)
- Jelas orangnya (Dibuktikan dengan hadir pada majelis pernikahan tersebut)
- Dapat berperilaku sesuai hukum untuk hidup berumah tangga (Berilmu)
- Bisa dimintai persetujuannya untuk menikah (pengantin wanita)
- Tidak terdapat penghalang perkawinan, seperti : Sedang dalam masa Iddah atau sedang hamil (mengandung).
- Laki-laki
- Beragama Islam
- Mempunyai hak perwalian
- Tidak terdapat penghalang untuk menjadi wali
- Berumur sekurang-kurangnya 19 tahun
- Dapat menyerahkan hak-nya kepada wali hakim yang ditunjuk (bila tidak bisa menikahkan sendiri)
- Saksi terdiri dari dua orang laki laki
- Beragama Islam
- Baligh atau Dewasa
- Hadir dalam majelis pernikahan tersebut
- Dapat memahami maksud dari akad perkawinan
- Adanya ijab (Ucapan Penyerahan calon mempelai wanita untuk dinikahi) yang dilakukan oleh wali atau hakim yang ditunjuk oleh wali (wali hakim).
- Adanya Qabul (Ucapan penerimaan) oleh calon mempelai laki-laki.
- Ijab harus menggunakan kata-kata yang bermakna 'Menikahkan' atau yang searti dengan kata 'menikahkan', baik dengan menggunakan Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, atau bahasa lainnya.
- Antara Ucapan Ijab dan Qabul harus berkaitan dan jelas (tidak ada jeda yang terlalu lama).
- Antara ijab dan qabul masih dalam satu majelis.
- Orang yang melakukan Ijab-Qabul tidak sedang ber-ihrom.
Pembahasan Mengenai Syarat dan Rukun Pernikahan dalam Islam
Reviewed by Unknown
on
11/25/2013
Rating:
Post a Comment